Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Tuesday, December 29, 2009

Buat Keputusan Pada Pilihanraya Ke -13


“Pertama saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada sebahagian besar rakyat Malaysia, terutama generasi muda yang memberikan sokongan yang tidak putus-putus kepada usaha-usaha tajdid. Namun, saya agak kecewa kerana ada saluran media yang tidak bersikap positif dengan usaha tajdid yang sedang berlaku. Mungkin ada gangguan pihak tertentu.

Pihak TV3 telah menjemput saya juga Tuan Hj Uthman Muhammady dalam rancangan al-Kulliyyah secara langsung. Malang sekali apabila tiba waktu siaran, dimaklumkan kononnya tidak mendapat ‘lampu hijau’ untuk disiarkan secara langsung. Janji mereka rakaman tersebut akan disiarkan, namun tidak muncul sehingga kini. Alhamdulillah, nasib baik ada pihak yang merakamkan program dan ia telah disiarkan dalam internet serta mendapat sambutan.

Pihak RTM 1, pula semalam (28 Disember 2009) menyiarkan siaran langsung Hj. Uthman Muhammady dan seorang penceramah yang tidak dikenali membuat tafsiran yang salah terhadap perbezaan pendapat dan usaha pembaharuan. Sepatutnya, mereka hendaklah terbuka pada zaman ini dengan menjemput secara adil kedua-dua pihak memberi pendapat. Masyarakat kini sudah bijak untuk menilai.

Alhamdulillah, walaupun RTM 1 membuat demikian, survey yang mereka buat dalam rancangan tersebut tetap menunjuk majoriti penonton menganggap positif perkembangan pemikiran atau yang mereka istilah sebagai pertembungan.

Saya berterima kasih kepada Kerajaan Kelantan yang memberikan pentas terbuka yang dihadiri ribuan orang di Kota Bharu baru-baru ini. Ia memberi ruang untuk saya yang tidak berparti berforum secara terbuka dengan Dato’ Nik Amar (PAS), Datuk Nakhaei (UMNO) dan Ustaz Afendi (Pemuda UMNO). Rakyat dapat melihat dan menilai.

Sila dapatkan rakaman program tersebut yang saya rasa banyak pihak merakamkannya. Demikian saya berterima kasih kepada beberapa saluran media seperti Mingguan Malaysia, Akhbar Sinar, MSTAR, Majalah i dan banyak media yang lain yang selalu memberikan laporan yang positif dan adil.

Saya dengan ini menyeru para pencinta perubahan, penyokong keluasan minda dan usaha-usaha tajdid terutama generasi muda, agar mula menilai parti politik yang mana yang lebih meraikan keluasan pendapat dan memberi ruang serta hak bersuara kepada rakyat secara adil. Nilailah juga parti mana yang tidak mesra dengan perkara ini. Dengan arus yang ada ini, pastikan undi anda pada pilihanraya ke-13 membantu ke arah semangat perubahan dan keluasan pendapat yang kita harapkan”.

–dr maza

Sunday, June 14, 2009

Syeikh Fathi Yakan: Meninggal dunia


Dunia pergerakan Islam abad 20 kembali berduka, tokoh pergerakan Islam yang banyak buku-bukunya dibaca dan menjadi referensi para aktivis pergerakan Islam Indonesia diawal-awal tahun 80-90 an lalu maupun dunia Islam telah menghadap Robb nya.


Pemimpin Front Amal Islam - Syaikh Fathi Yakan yang juga seorang ulama terkenal dilaporkan telah meninggal dunia setelah mengalami sakit yang cukup parah, media Libanon melaporkan.

Front Amal Islam, sebelumnya menyangkal bahwa ustadz Fathi Yakan telah meninggal pada hari Sabtu kemarin, kata kantor berita Naharnet.

Stasiun radio Voice of Lebanon mengatakan bahwa Fathi Yakan meninggal di rumah sakit Hotel Deu dimana pada malam sebelumnya ia mengalami sakit parah.

Selain itu, banyak media Libanon telah mengatakan Fathi Yakan meninggal.

Syaikh Fathi Yakan seorang ulama Islam lahir pada tahun 1933 di Tripoli. Dia pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Libanon pada tahun 1992.

Ia menjadi terlibat dalam kerja-kerja dakwah di Libanon pada pertengahan tahun 1950 an dan merupakan pelopor pembentukan gerakan Islam disana. Syaikh Fathi Yakan juga tidak terlepas dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir.

Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yang terbit pada tahun 90an adalah Aids Haraky - sebuah buku yang banyak menyindir dan mengkritik gerakan-gerakan Islam yang terlalu banyak berbicara Politik daripada Islam itu sendiri.

Jasad Fathi Yakan akan dibawa ke Tripoli kota kelahirannya pada hari Ahad pagi ini. Waktu dan tempat pemakamannya akan diumumkan segera, demikian pernyataan tambahaan yang didapat oleh media.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT...Amiin

Saturday, November 22, 2008

Selamat bercuti... Meneruskan pengembaraan seorang muslim

Alhamdulillah, setinggi kesyukuran ana panjat ke hadrat Allah swt kerana memberikan kekuatan kepada ana meneruskan misi Erti Hidup Pada Memberi ini. Moga Allah swt meneguhkan hati ana untuk terus istiqamah dalam jalan ini.

Akhirnya masa yang ditunggu pun tiba. Insya Allah ana akan meneruskan pengembaraan ini. Doakan ana moga segala objektif tercapai. Yang pastinya ana memaksa untuk meneruskan displin pembacaan ana untuk beberapa buku.

Moga buku-buku ini memberikan manfaat yang berguna kepada ana untuk menjalani kehidupan di alam fana ini. Insya Allah jika ada masa yang terluang ana akan kongsikan bersama sahabat-sahabat sekalian. Antara majalah dan buku yang menjadi pilihan ana untuk dikhatamkan masa cuti ini;






Walaupun ana sahabat yang memberikan teguran atas buku pilihan ana ini. Ana ucapkan terima kasih atas teguran itu. Tapi ana mempunyai alasan yang tersendiri. Ana minta maaf buat sahabat kerana dalam beberapa masa ana takkan mengupdate blog ini dek pengembaraan ana yang tidak menghubungkan ana dengan internet. Moga ada kebaikkannya untuk diri ana..

Tuesday, November 18, 2008

Wajah Para Syuhada...











#sila klik pada gambar untuk lebih jelas...


Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak
Jum'at, 14-11-2008 | 10:58:12 WIB
Justify Full
 syuhadainsyaalloh
Merekapun tetap tersenyum

Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka 'tidak sedang berperang' melawan musuh Islam.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas "The Smiling Bomber" yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang "Mujahid Hacker," Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

  1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama." Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," kata beliau.
  2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.
  3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid Hacker' Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.
  4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.
  5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.


Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)



Wednesday, April 23, 2008

Who Shaykh Mishary Rashid?


Shaykh Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy is a Kuwaiti national and was born in 1976. He is married, has two daughters, and he is also nicknamed (Abu Norah).

He studies at The Islamic University in Medina(KSA), College of the Holy Quran and Islamic Studies and specialized in The ten readings and translation of the holy quran. He has read the quran to Sheikh Ahmed Abdulaziz Al-Zaiat born in 1325(H) in the year 1907. Read the whole quran to him Hafs-from-A'sim from Al-Shatebeya, and Sheikh Abraham Ali Shahata Al-Samanodei born in 1333(H)in the year 1915 and who read to him Sheikh Al-Hosiery and Sheikh Mohammad Sadiq Al-Menshawy and Sheikh Mustafa Ishmael and Sheikh Abdulbaset Abduls mad, and he reads to him Fatehat al Kitab and he accepted it, an oral acceptance following the acceptance of his student Sheikh Abulrafea Redwan, and he also read to Sheikh Abdurarea Radwan born in 1351(H)in the year 1932 read to him the whole quran Asm-bin-abialnojoud from Al-Shatebya.



قرأ القرآن الكريم على:


1- فضيلة الشيخ العلامة / أحمد عبدالعزيز الزيات رحمه الله ، من مواليد 1325 هجري / 1907 ميلادي قرأ عليه القرآن الكريم كاملاً برواية حفص عن عاصم من طريق الشاطبية.
2- فضيلة الشيخ العلامة / ابراهيم علي شحاته السمنودي ، من مواليد 1333 هجري- 1915 ميلادي والذي قرأ عليه الشيخ الحصري والشيخ محمد صديق المنشاوي والشيخ مصطفى اسماعيل والشيخ عبدالباسط عبد الصمد ، وقرأ عليه فاتحة الكتاب فأجازه إجازة شفوية متابعة لإجازة تلميذه الشيخ عبدالرافع رضوان .


3- فـضـيـلة الشيخ العلامة / عبد الرافع رضوان علي الشرقاوي مـن مـوالـيد 1351 هــــجري/1932 ميلادي قرأ عليه القران الكريم كاملا بقراءة عاصم بن أبي النجود بالروايتين من طريق الشاطبية .
4- فضيلة الشيخ الدكتور أحمد عيسى المعصراوي ، رئيس مجمع البحوث الإسلامية ومراجعة المصاحف بالأ زهر الشريف ، قرأ عليه بقراءة عاصم بن أبي النجود .


وغيرهم من الكويت ومصر والسعودية